Bupati Berharap Putra Putri Teluk Bintuni Bisa Tampil di MTQ Tingkat Nasional

Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw berharap, putra putri di kabupaten tersebut bisa mewakili Provinsi Papua Barat untuk tampil di Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional. Petrus Kasihiw juga menuturkan, para peserta yang tampil di MTQ VIII Provinsi Papua Barat juga asli berasal dari Kabupaten Teluk Bintuni.

“Ini membanggakan sekali, kafilah Teluk Bintuni adalah putra putri yang asli berasal dari Teluk Bintuni, bukan impor dari tempat lain,” kata Petrus Kasihiw saat memberikan sambutan secara virtual di akhir acara pembukaan MTQ VIII Provinsi Papua Barat, Senin kemarin.

MTQ VIII Provinsi Papua Barat resmi dibuka oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, dan disaksikan oleh jajaran wali kota dan bupati se-Papua Barat.

Pembukaan MTQ VIII Papua Barat tersebut disaksikan via zoom, di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Teluk Bintuni oleh Petrus Kasihiw, yang didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Rofiul Amri, Ketua Majelis Ulama Indonesia Teluk Bintuni Ahmad Subuh Refideso, serta Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Teluk Bintuni.

Sebanyak 39 Kafilah MTQ yang berasal dari Teluk Bintuni akan mengikuti dan berpartisipasi dalam lomba yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun ini. Ke-39 kafilah Teluk Bintuni merupakan putra-putri asli Teluk Bintuni yang berasal dari Sebyar.

Petrus Kasihiw mendorong dan memberi semangat agar kafilah-kafilah Teluk Bintuni dapat memberikan yang terbaik, hingga bisa mewakili Provinsi Papua Barat untuk mengikuti MTQ tingkat Nasional. Selain itu, Bupati Kasihiw juga memberikan dukungan penuh kepada panitia penyelenggara dan LPTQ Teluk Bintuni, baik itu secara finansial maupun moriil.

“Panitia dan Ketua Harian LPTQ bisa segera menemui saya, agar apa yang dibutuhkan bisa langsung kita realisasikan besok. Kami pemerintah daerah memberikan dukungan penuh kepada para peserta dan panitia,” ungkapnya.

Kesigapan Bupati Kasihiw terlihat ketika terjadi saat listrik padam pada acara pembukaan sedang berlangsung. Jajaran pejabat dan stafnya pun segera diminta untuk memberikan bantuan pembangkit listrik (genset) kepada panitia, agar kelancaran acara yang diselenggarakan secara daring ini bisa terlaksana.

Pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Papua Barat VIII ini terasa berbeda. Adanya pandemi yang mengakibatkan harus dilaksanakan secara virtual, menurut Bupati Kasihiw, tidak mengurangi nilai dari acara itu sendiri.

“Meskipun kali ini kita harus melaksanakan acara ini secara online, tapi jangan sampai menyusutkan semangat kita, dan menyurutkan nilainya. Intinya Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni siap menyukseskan pelaksanaan MTQ,” pungkasnya.

 

sumber : merdeka.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *