Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Resmikan Kantor Lembaga Masyarakat Adat

Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw MT secara resmi meresmikan kantor Lembaga Masyarakat Adat ( LMA ) yang terletak di Distrik Sumuri Kabupaten Teluk Bintuni pada Jum’at (28/08/2020).

Bupati beserta rombongan tiba di Distrik Sumuri sore hari langsung menuju lokasi Kantor LMA yang akan diresmikan, terlihat Bupati Teluk Bintuni yang didampingi oleh sejumlah Pejabat Forkopimda antara lain Komandan Kodim 1806 Teluk Bintuni Letkol ARM Fence Donatus Marani, Kepala Kantor Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni Marten Tandi, Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hans Rohmatuloh Irawan S.I.K, Anggota MRP Papua Barat Drs Rafael Sodefa, dan Kepala Dinas Perhubungan Teluk Bintuni Viktor E Ririhena.

Pada kesempatanya Bupati menyampaikan dalam sambutannya mengatakan hari ini dia dan rombongan datang ke Distrik Sumuri dengan membawa pasukan lengkap tapi bukan pasukan pengamanan Bupati.

“Ini jangan disalah artikan, namun melainkan saya datang ke Sumuri membawa sekalian Pimpinan – Pimpinan, Komandan Kodim, Kapolres, Kajari serta Anggota MRP dari Pokja Adat wilayah Bintuni, inilah bentuk kepedulian kami terhadap Masyarkat walau kami banyak urusan yang harus diselesaikan di Kabupaten tetapi sesekali harus juga kita turun langsung melihat keadaan masyarakat kita yang memang secara langsung harus juga kita kunjungi,”ujarnya.

Sebagai anak adat dia sangat menghargai Adat Istiadat, apalagi kedepan LMA sudah ada kantor maka segala sesuatu untuk permasalahan yang ada harus di diskusikan dan di selesaikan di Kantor Adat kita harus junjung tinggi nilai – nilai adat budaya kita, tidak bisa kita menyelesaikan suatu masalah di luar – luar sana harus kita gelar tikar adat dan mari duduk bersama diskusi membahas jika ada masalah.

“Kita harus bersyukur, sebab tidak menyangka bahwa ternyata salah satu anggota Majelis Rakyat Papua adalah Putra asli Suku Sumuri yakni Bapak Rafael Sodefa, Tuhan itu baik bagi orang Sumuri tentunya juga baik bagi semua ummat, namun mari kita gunakan kesempatan ini bahwa keterwakilan kita untuk menyuarakan hak – hak adat dapat tersalurkan dan didengarkan,”tegas Bupati.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan bahwa “ Tanah Sumuri ini adalah Dapurnya Teluk Bintuni, dapur dari Provinsi Papua Barat, dapur bagi Indonesia, maka itu mari kita jaga mari kita rawat apa yang menjadi rahmat dan berkat dari yang maha kuasa, dan yang lebih hebatnya lagi Sumuri ini adalah Daerah pertama yang telah melakukan penyelesaian batas – batas wilayah Adat, belum ada satupun di Tanah Papua yang berhasil menyelesaikan permasalahan – permasalahan batas wilayah Tanah Adat kecuali di atas Tanah Sumuri ini.

“Oleh karena itu mari kita bersatu dan bergabung jangan terpecah – pecah itu adalah perwujudan semboyan dari bahasa “ Memareta Kikofi We Ora “ artinya mari kitong sama – sama pangkur sagu, dalam bahasa umum bermakna mari kita bersatu padu jangan bercerai – berai, kita adalah saudara jikapun ada masalah mari kita diskusikan dan mencari solusi, “harap Bupati.

 

sumber : metrorakyat.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *