Demi Harga Diri, Ribuan Masyarakat Suku Maibrat Di Bintuni Arahkan Pilihan ke Pit-Matret

BINTUNI – Ribuan masyarakat suku Maibrat yang berdiri di atas tanah Sisar Matiti Teluk Bintuni, menyatakan pilihannya terhadap Ir. Petrus Kasihiw-Matret Kokop, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bintuni nomor urut 02.

Dukungan terhadap kandidat petahana ini ditandaskan saat pertemuan keluarga besar Suku Maibrat dari tiga kelompok; Ayamaru, Aitinyo dan Aifat, yang digelar di rumah salah satu tokoh masyarakat suku Maibrat di Kampung Gayabaru, Sabtu (31/10/2020) malam.

“Masyarakat Maibrat sudah tahu mana kandidat terbaik yang harus dipilih,” kata Melianus Naa,Kepala Suku Maibrat di Bintuni, saat dihubungi jurnalis Teropongnews melalui telepon selulernya.

Menurutnya, jumlah masyarakat Suku Maibrat di Bintuni yang memiliki hak pilih, mencapai 1000 lebih. Mereka tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari kawasan perkotaan hingga distrik pinggiran.

Dalam pertemuan keluarga yang diikuti ratusan perwakilan Suku Maibrat ini, juga dihadiri dua tokoh muslim berpengaruh, ustadz Abdul Rahman Urbun dan Haji Abdullah Ape. Menurut Melianus Naa, dua sosok tokoh itu bukan orang baru di keluarga Suku Maibrat.

“Ini adalah pertemuan keluarga besar masyarakat Maibrat di Bintuni, khususnya di Kampung Gayabaru. Pertemuan ini penting, untuk kita sama-sama bicara sesuatu yang baik untuk Bintuni ke depan,” tambahnya.

Sedangkan saat mendapat kesempatan berbicara, ustadz Rahman Urbun dengan tegas menyatakan dukungannya terhadap pasangan Pit-Matret. Menurutnya, program pembangunan yang sudah dijalankan duet pemimpin Petrus Kasihiw-Matret Kokop, harus dituntaskan sampai 5 tahun ke depan.

“Saya mendukung pemerintahan yang sekarang, dan saya yakin saudara-saudara saya dari Maibrat juga punya pilihan yang sama,” kata Rahman Urbun, yang pernah menjadi lawan politik Pit-Matret dalam Pilkada 2015.

Penegasan itu disampaikan ustadz Rahman Urbun setelah Ronald Isir, salah satu tokoh masyarakat Suku Maibrat memintanya untuk memberikan pandangan politik dalam kontestasi pilkada di Bintu 9 Desember 2020.

Menurutnya, sebagai tokoh agama, ada dua poin utama yang menjadi bahan pertimbangan dirinya menjatuhkan pilihan terhadap PMK2 Jilid 2, yakni visi misi dalam membangun masyarakat Bintuni yang religius dan taat beragama.

“Saya bilang sama kaka Bupati. Saya mau mendukung PMK2 Jilid 2, kalau kaka Bupati memperhatikan pembangunan Masjid dan dan Gereja, dan itu ternyata masuk dalam visi misinya. Di periode pertama ini, ternyata juga sudah dijalankan, dengan memberikan bantuan dana sampai miliaran untuk masjid dan gereja,” tandas Rahman Urbun.

 

Sumber : teropongnews.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *