Investor Asing Mau Bangun Hotel, Bupati Teluk Bintuni Genjot Pendidikan Vokasi Pariwisata Buat Warga

Rakyat Merdeka – Dibangunnya hotel bintang empat di Gedung Serba Guna, Teluk Bintuni, adalah tanda pertumbuhan ekonomi di Teluk Bintuni, Papua Barat berjalan. Potensi industri yang akan mengubah wajah Bintuni ke depan, diikuti juga oleh potensi pariwisata sebagai bagian dari pembangunan eco industrial park 4.0.

Adanya potensi pariwisata dan industri di depan, menurut Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw, harus dibarengi dengan munculnya fasilitas yang bisa menjadi persinggahan para wisatawan domestik dan internasional, maupun untuk kepentingan perjalanan bisnis.

“Ke depan bukan hanya pariwisata, namun bisnis di Teluk Bintuni akan berkembang secara signifikan. Kita butuh hotel bertaraf internasional untuk menunjang pergerakan ekonomi. Hotel bintang 4 yang sedang kami bangun di area GSG, mungkin tidak akan cukup,” kata Petrus, yang bakal maju lagi di Pilkada 2020.

Petrus pada saat bincang santai di kediamannya, Sabtu (26/9), mengaku sudah ada investor perhotelan global dari Singapura yang melirik Teluk Bintuni untuk pengembangan potensi ini ke depannya.

“Ini untuk mengakomodasi kepentingan Teluk Bintuni, terutama ketika harus diadakannya pertemuan-pertemuan dengan investor maupun stakeholder lain,” katanya.

Lebih lanjut, Petrus mengatakan, dengan adanya hotel-hotel bertaraf internasional dan juga hotel yang sedang dibangun oleh Pemda Teluk Bintuni, maka anak-anak Teluk Bintuni harus bersiap pada potensi pekerjaan di bidang hospitality dan juga food and beverage.

“Saya dan Pak Matret Kokop (Wakil Bupati) ingin agar hotel-hotel yang ada harus bisa dioperasikan oleh anak-anak Teluk Bintuni sendiri. Dari level bell boy sampai manajerial,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya bakal mengirimkan dan menyekolahkan anak-anak Bintuni di sekolah-sekolah tinggi pariwisata dan perhotelan. Tidak menutup kemungkinan juga akan dibikin semacam pendidikan vokasi di bidang perhotelan ini.

Intinya, Petrus ingin anak-anak Teluk Bintuni mengoperasikan dunia perhotelan ini secara baik sampai tingkat manajerial, harus mengerti apa itu service excellence dan sebagainya. Harus serius dan bisa menjadi percontohan bagi daerah lain.

Selain itu, Petrus bakal membangun sentra-sentra kearifan lokal seperti pengolahan makanan lokal khas Papua dan Bintuni, maupun kebiasaan-kebiasaan masyarakat lokal untuk lebih jauh memperkenalkan Teluk Bintuni sebagai daerah yang maju, namun tidak kehilangan nilai-nilai adat dan agamanya.

“Ya, akan ada sentra kuliner serta kearifan lokal. Kita akan bikin semacam perhelatan yang saya harap akan menjadi ajang nasional dan internasional, seperti memperkenalkan papeda, ikan kuah kuning maupun tradisi bakar batu,” kata Petrus.

Petrus juga mengingatkan agar anak-anak Papua yang akan terjun ke dunia perhotelan ini bisa menunjukkan kinerja yang baik. Tunjukkan potensi dan harus bisa membuktikan bahwa anak-anak Teluk Bintuni mempunyai kompetensi.

“Kita harus bangga menjadi orang Papua. Saya dan Pak Matret yakin kalian pasti bisa. Tuhan akan jaga kalian semua,” pungkas Petrus.

Sumber : rmco.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *