Warga Distrik Fafuwar Nyatakan Sikap Dukung PMK2 Jilid II, Ini Alasannya

BINTUNI– Kepemimpinan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni nomor urut 2, Ir Petrus Kasihiw,M.T – Matret Kokop,S.H (PMK2) jilid II sangat terbukti di periode pertama.

Program kerja dan kebijakan yang diambil pasangan calon petahana ini merata kepada semua masyarakat di negeri Sisar Matiti, sehingga menuju periode kedua mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Seperti dukungan dari warga Kampung Moniara Jalan, Distrik Fafurwar menyatakan sikap 100 persen memenangkan pasangan calon kepala daerah nomor urut 2, Petrus Kasihiw-Matret Kokop.

“Pada pencoblosan tanggal 9 Desember 2020 kami warga Kampung Moniara sepakat memenangkan pasangan Petrus Kasihiw – Matret Kokop 100 persen,” kata Kepala Kampung Moniara, Loudwik Forimbe saat pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni Ir.Petrus Kasihiw,MT dan Matret Kokop,SH meresmikan posko pemenangan di Kampung yang dipimpinnya, Minggu (11/10/2020).

Loudwik Forimbe mengungkapkan, warganya sudah bersepakat untuk mendukung PMK2 kembali dimenangkan pada periode kedua untuk melanjutkan pembangunan kedepan.

“Ya ini merupakan kesepakatan kami, semoga cita-cita dan harapan warga ini bisa terkabul dengan terpilih kembalinya Pit Matret untuk memimpin tanah Sisar Matiti ini,” sahutnya.

Kepala Kampung Moniara berharap Piet – Matret saat memimpin periode kedua nanti bisa mengubah Kampung Moniara Jalan lebih baik lagi.

Sedangkan Calon Bupati Teluk Bintuni nomor urut 2, Ir Petrus Kasihiw dalam orasi singkatnya mengucapkan terima kasih kepada warga Kampung Moniara yang sudah nyatakan sikap dukungan 100 persen kepada PMK2 jilid II

“Terkait dengan aspirasi warga Moniara, tidak perlu lagi periode kedua, tahun anggaran 2021 kita akan bangun rumah layak huni di Kampung Moniara ini. Kampung ini harus kita benahi agar lebih bagus,” janji Petrus Kasihiw.

Sementara di Kampung Maryedi, Ibukota Distrik Fafuwar warga setempat menegaskan pasangan calon petahana harga mati dimenangkan untuk memimpin Teluk Bintuni periode kedua.

Politisi Partai NasDem yang juga anggota DPRD Teluk Bintuni, Andreas Nauri saat menyampaikan orasi politiknya menepis semua isu – isu bahwa tidak ada pembangunan selama kepemimpinan Petrus Kasihiw – Matret Kokop.

“Salah satu contoh di Aroba, dulu akses jalan belum tembus tetapi sekarang ruas jalan Yaru sudah tembus. Ketika saya masih menjadi Kepala Kampung, hampir semua warga di Babo mengeluh karena akses jalan untuk peningkatan ekonomi sangat sulit. Tetapi sekarang taxi dari Fakfak sampai di depan rumah, apakah itu yang namanya tidak ada pembangunan? ”tegas Nauri dengan nada tanya.

Lanjut Andreas menjelaskan, akses jalan mulai dibangun dari Yaru ke Babo, saat ini pembangunan jalan dari Yaru menuju Moniara Fafurwar bersumber dananya dari APBD Teluk Bintuni.

Pengerasan jalan masuk ke Kampung Maryedi sehingga masyarakat sudah bisa membangun kampungnya tidak seperti dulu yang kesulitan karena isolasi jalan yang sulit.

Ditambahakan Anderas Nauri, Kampung Sriendo juga saat ini pengerasan sudah sampai di dalam kampung. Pembangunan jalan dari Riendo ke Taniba Pantai, itu baru 3 tahun setengah sehingga tidak bisa membandingkan antara 3 setengah tahun dan 10 tahun.

“Sehingga saya ingin pesan kepada kita semua bahwa, ini menyangkut harga diri suku Irarutu, jadi PMK2 harus harga mati,” tutup Andreas Nauri.

Pada kesempatan tersebut, pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw – Matret Kokop (PMK2) meresmikan tiga posko pemenangan di ibukota Distrik Fafurwar dan 5 posko pemenangan di Kampung Maryedi

 

Hadir dalam peresmian posko dan kampanye tersebut Sekretaris DPD Partai Golkar, Dominggus Yampapi, Sekretaris Demokrat Safarudin Rumbara, Politisi PDI Perjuangan, Fajar Kuku dan Ketua Tim Pemenangan PMK2, Leonardo Asmorom.

 

Sumber : teropongnews.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *